Bambang Soesatyo: Tekanan Kekuasaan Reduksi Audit Forensik Century

0 komentar




Jakarta - Audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang aliran dana Bank Century ditanggapi secara sinis oleh anggota timwas Century Bambang Soesatyo. Tak ada yang baru dari data tersebut.

"Laporan audit forensik BPK yang diserahkan ke DPR tidak ada hal baru dan jauh dari harapan," kata Bambang lewat pesan singkat , Jumat (23/12/2011).

Politisi Golkar ini bahkan menuding ada tekanan kekuasaan terhadap BPK. Data detil yang sebelumnya diharapkan Bambang tidak ada.

"Tekanan kekuasaan berhasil mereduksi audit forensik tersebut. Laporannya tidak beda jauh dengan laporan audit investigasi BPK yang pertama," sambungnya.

Satu-satunya data yang menjadi perhatian anggota Komisi III DPR ini hanya aliran dana ke PT MNP, penerbit koran Jurnas. Namun itu juga bukan sesuatu yang luar biasa.

"BPK hanya mengungkap ada aliran dana ke PT MNP penerbit koran milik partai tertentu saja pada periode 2006-2009 senilai Rp.100,95 miliar," keluhnya.

Hasil audit forensik Century oleh BPK resmi diserahkan ke DPR Jumat kemarin. Ada 13 temuan audit yang disorot BPK.

Dari dokumen terlihat adanya aliran-aliran dana Century yang tak wajar kepada beberapa orang. Selain politisi PDIP Emir Moeis, disebut juga nama Hartanto Edhie Wibowo, yang tak lain adalah adik kandung Ibu Ani Yudhoyono. Tapi, Hartanto membantah hal ini. Dalam dokumen itu juga tercantum aliran dana ke PT MNP.

Leave a Reply